Asuransi Perjalanan online

Beberapa Etika Dasar Ketika Berlibur di Jepang, Apa Saja Ya?

When in Rome, do as the Romans. Pernah dengar peribahasa ini? Peribahasa ini memiliki arti yang sama dengan peribahasa dalam Bahasa Indonesia yaitu “Di mana bumi dipijak, disitu langit dijunjung” yang memiliki makna bahwa di mana pun kamu berada, kamu disarankan untuk mengikuti adat istiadat dari daerah yang akan kamu kunjungi atau tinggali kelak. Hal ini juga berlaku ketika kamu ingin berlibur ke Negeri Sakura, Jepang. Selain mempersiapkan paspor, itinerary, asuransi perjalanan online, dan hal lainnya kamu juga harus tahu loh! Seperti etika dasar ketika ingin berlibur ke Jepang. Apa saja ya? Yuk, kita simak bersama!

  1. Etika di dalam transportasi umum. Ketika sedang menaiki transportasi umum, biasanya kita akan mengobrol dengan teman atau sedang melakukan bahkan menerima panggilan melalui telepon seluler, namun ketika kamu sedang berada di Jepang, hal seperti ini tidak dapat kamu jumpai. Ada baiknya kamu tidak melakukan percakapan dengan teman ketika menaiki kendaraan umum, ya. Lalu, jangan lupa aktifkan mode silent pada telepon seluler dan sebisa mungkin ketika ingin membuat panggilan atau menerima panggilan keluar lakukan ketika kamu telah turun dari tranpostasi umum. Apabila kamu tetap melakukan kedua hal tersebut, siap-siap menghadapi kemarahan sesama penumpang.
  2. Etika ketika menyebrang. Ketika kamu ingin menyebrang, pastikan kamu selalu menyebrang di tempat yang sudah disediakan yaitu zebra cross. Di setiap zebra cross juga tersedia lampu khusus menyebrang. Kamu tinggal ikuti saja tanda dari zebra cross tersebut. Oh iya, perhatikan hal ini ya, meskipun jalanan kosong dan lampu tanda masih menyala berwarna merah, jangan sekali-kali nekat menyebrang ya. Karena biasanya di setiap sudut kota sudah di pasang kamera CCTV, di mana jika kamu ketahuan melanggar akan langsung dikenai sanksi.
  3. Etika ketika berjalan pada saat di tangga jalan atau escalator. Selain etika dalam menyebrang, Jepang juga memiliki penggunaan tangga jalan atau escalator. Ketika kamu sedang berada di wilayah Kanto (Tokyo), kamu di sarankan untuk berdiri disebelah kiri. Kalau kamu memang sedang terburu-buru, kamu bisa gunakan lajur sebelah kanan, ya! Berbeda kalau kamu sedang berada di daerah Osaka. Ketika sedang berada di ekalator, kamu sebaiknya berdiri dilajur sebelah kanan, dan lajur sbeelah kiri untuk kamu atau orang lain yang sedang terburu-buru.
  4. Etika dalam menggunakan sumpit. Pasti kamu sudah tahu dong, kalau masyarakat di Jepang lebih banyak menggunakan sumpit ketika makan. Kamu juga harus tahu hal yang boleh dan tidak boleh ketika kamu makan menggunakan sumpit. Hal yang boleh yaitu kamu dapat meletakkan sumpit di atas sandaran sumpit saat kamu sedang tidak makan. Gunakan sumpit sesering mungkin disbanding menggunakan jari ketika makan, ya! Hal yang sebaiknya tidak kamu lakukan adalah mengutak-atik atau bermain-main dengan sumpit kamu. Hindari memberi makan dari sumpit kamu ke sumpit tempat lainnya karena ternyata gerakan seperti ini mengingatkan pada pemakaman tradisional Buddhis, yaitu ketika tulang-tulang mendiang dibawa di antara sumpit ketika upacara anggota keluarga. Nah, satu lagi jangan menancapkan sumpit secara vertikal di atas nasi ketika kamu sedang makan ya. Hal ini seperti menginatkan orang yang sedang membakar dupa untuk keluarga atau teman yang meninggal dunia.

Demikian beberapa etika dasar yang bisa kamu terapkan nanti sewaktu kamu berlibur di Jepang. Semoga artikel ini membantu, ya!

 

Referensi :

https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4578292/6-etika-dasar-yang-perlu-diketahui-saat-liburan-ke-jepang

https://lifestyle.kontan.co.id/news/agar-tak-malu-ini-6-etiket-saat-liburan-ke-jepang

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.